Mengupas Kutipan GKR Hayu
(In Frame : Gusti Kanjeng Ratu Hayu)
"Pendidikan, Tata Krama, dan Budi Pekerti adalah warisan terbaik untuk anak cucumu." - Gusti Kanjeng Ratu Hayu (Putri ke-4 Sinuwun Hamengkubuwono X)
Assalamualaikum Wr.Wb sobat, dimanapun sobat berada semoga selalu sehat dan senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT amin. Belakangan ini Fau lagi banyak inspirasi buat nulis nih makanya hampir tiap hari selalu posting terus hehehe Fau pernah membaca sebuah kuipan yang ditulis oleh Putri ke-4 Sri Sultan Hamengkubuwono X di sebuah sosial media yang ia pakai, isi kutipannya seperti ini : "Pendidikan, Tata Krama, dan Budi Pekerti adalah warisan terbaik untuk anak cucumu." Sejak membaca kutipan tersebut, fau rasa semakin terilhami oleh kutipan indah tersebut, yuuk kita sama sama kupa satu persatu apa makna dari 3 poin yang di sebutkan oleh Ratu Hayu.
Yang pertama adalah "Pendidikan" apa itu pendidikan
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Tujuan pendidikan sering bersifat sangat umum, seperti menjadi manusia yang baik, bertanggung jawaab, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara, dan sebagainya.
Yang kedua adalah "Tatakrama" apa itu tatakrama
Tatakrama adalah adat, sopan santun atau tindakan = etiket/etika, yang telah menjadi tuntunan masyarakat dimanapun, kurun waktu kapanpun, terlepas setuju atau tidak. Tata juga diartikan suatu kebiasaan yang muncul karena terkondisinya rangkaian antara rangsangan/tantangan dan jawaban, kebiasan yang lahir dalam hubungan antar manusia dan telah disepakati. Ada kalanya kebiasaan itu tidak mudah dimengerti dengan akal-sehat. Jadi Tata krama adalah norma/ kebiasaan yang mengatur sopan santun, dan telah disepakati oleh lingkungan.Contoh:- Mengucapkan terima kasih atas pertolongan/ kebaikan orang tua/orang lain.- Menerima pemberian orang dengan tangan kanan.- Berpenampilan baik dihadapan umum- Mengatakan maaf jika melakukan kesalahanMengapa perlu membiasakan untuk mengucapakan “terima kasih” ada ungkapan ”Tidak ada yang lebih membuat seseorang merasa dihargai selain sebuah catatan atau kartu pos atau hanya sekedar ucapan terima kasih”.
Yang ketiga adalah "Budi Pekerti" apa itu ?
Budi pekerti terdiri dari dua kata yaitu Budi dan Pekerti. Budi yang berarti sadar atau yang menyadarkan atau alat kesadaran. pekerti berarti kelakuan.
secara etimologi Jawa budi berarti nalar, pikiran atau watak. sedangkan pekerti berarti penggawean, watak, tabiat atau akhlak.
dalam bahasa Sanskerta Budi berasal dari kata Budh, yaitu kata kerja yang berarti sadar, bangun , bangkit (kejiwaan). Budi adalah penyadar, pembangun, pembangkit. budi adalah ide-ide. Pekerti dari akar kata kr yang berati bekerja, berkarya, berlaku, bertindak (keragaan). pekerti adalah tindakan- tindakan.
Kata Budi pekerti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tingkah laku, perangai, akhlak. Budi pekerti mengandung makna perilaku yang baik, bijaksana, serta manusiawi. Di dalam perkataan itu tercermin sifat, watak seseorang dalam perbuatan sehari-hari. Budi pekerti sendiri mengandung pengertian yang positif, namun mungkin pelaksanaannya yang negatif. Penerapannya tergantung pada manusia. Budi pekerti didorong oleh kekuatan rohani manusia yakni pemikiran, rasa , dan karsa yang akhirnya muncul menjadi perilaku yang dapat terukur dan menjadi kenyataan dalam kehiduapan.
Ada juga yang berpendapat bahwa budi pekerti atau moral dalam pengartian yang terluas adalah pendidikan. dengan kata lain budi pekerti mempelajari arti diri sendiri (kesadaran diri) dan penarapan dari arti itu dalam bentuk tindakan. penerapan tindakan berarti memperoleh pengalaman dunia nyata atau lingkungan hidup yang dangat berperan dalam pembelajaran budi pekerti.
secara etimologi Jawa budi berarti nalar, pikiran atau watak. sedangkan pekerti berarti penggawean, watak, tabiat atau akhlak.
dalam bahasa Sanskerta Budi berasal dari kata Budh, yaitu kata kerja yang berarti sadar, bangun , bangkit (kejiwaan). Budi adalah penyadar, pembangun, pembangkit. budi adalah ide-ide. Pekerti dari akar kata kr yang berati bekerja, berkarya, berlaku, bertindak (keragaan). pekerti adalah tindakan- tindakan.
Kata Budi pekerti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tingkah laku, perangai, akhlak. Budi pekerti mengandung makna perilaku yang baik, bijaksana, serta manusiawi. Di dalam perkataan itu tercermin sifat, watak seseorang dalam perbuatan sehari-hari. Budi pekerti sendiri mengandung pengertian yang positif, namun mungkin pelaksanaannya yang negatif. Penerapannya tergantung pada manusia. Budi pekerti didorong oleh kekuatan rohani manusia yakni pemikiran, rasa , dan karsa yang akhirnya muncul menjadi perilaku yang dapat terukur dan menjadi kenyataan dalam kehiduapan.
Ada juga yang berpendapat bahwa budi pekerti atau moral dalam pengartian yang terluas adalah pendidikan. dengan kata lain budi pekerti mempelajari arti diri sendiri (kesadaran diri) dan penarapan dari arti itu dalam bentuk tindakan. penerapan tindakan berarti memperoleh pengalaman dunia nyata atau lingkungan hidup yang dangat berperan dalam pembelajaran budi pekerti.
Setelah mengupas tuntas ke tiga poin diatas, fau paling tergugah dengan poin nomer dua, yaitu "Tatakrama" mengapa? karena sembilan belas tahun fauzan hidup di dunia, fauzan rasa tatakrama menjadi pedang tajam untuk meraih apapun, baik untuk mendapatkan hal negatif maupun positif. Tatakrama membimbing kita. Menerapkan tata krama, rasa hormat, kesopanan, kebaikan dan perhatian akan membawa kita bekerja atau berperilaku dengan baik. Bahkan seandainya kita berpendapat bahwa tata krama tidak begitu penting, maka lakukanlah semata-mata karena tata krama akan membantu kita mendapatkan (dan mempertahankan) pekerjaan, atau agar kita diterima dalam pergaulan hidup di masyarakat.
Tata krama yang baik akan membuat orang lain merasa lebih nyaman dan ibarat membantu mengubah hutan tempat kita bekerja/bergaul menjadi sesuatu yang lebih menyerupai sebuah taman. Wallahua'lam Bishawab




Komentar
Posting Komentar